Menu

Mode Gelap

Berita Daerah · 3 Mar 2026 14:38 WIB ·

Bupati Mesuji Lindungi Infrastruktur, Truk Fuso dan Tronton Dilarang Masuk, Aturan Hukum Jadi Dasar


					Bupati Mesuji Lindungi Infrastruktur, Truk Fuso dan Tronton Dilarang Masuk, Aturan Hukum Jadi Dasar Perbesar

Mesuji (HP) – Pemerintah Kabupaten Mesuji tak main-main menjaga infrastruktur yang tengah dikebut pembangunannya. Di tengah musim panen 2026 dan meningkatnya arus angkutan hasil bumi, Bupati Mesuji mengeluarkan peringatan keras truk fuso dan tronton dilarang masuk ke wilayah Mesuji Atas dan Rawa Jitu Utara.

Langkah tegas ini diambil karena karakter tanah di dua wilayah tersebut didominasi gambut dan lumpur, yang secara teknis belum mampu menopang beban kendaraan bertonase besar. Terlebih, sejumlah ruas jalan kabupaten baru saja selesai dicor.

Bupati Elfianah menegaskan, larangan berlaku tanpa pengecualian, baik untuk pengangkutan material proyek maupun hasil panen.
“Diingatkan kepada pengusaha, dilarang memasukkan mobil fuso atau mobil tronton ke Mesuji Atas dan Rawa Jitu Utara. Kemampuan jalan kita belum mampu menanggung beban berat, apalagi jalan baru di cor. Kalau kedapatan mobil besar masuk, harus bongkar paksa. Tanpa toleransi,” tegas Elfianah, Selasa (2/3/2026).

Menurutnya, jalan kabupaten di wilayah tersebut merupakan jalan kelas III. Artinya, batasan beban kendaraan sudah diatur secara jelas. Jenis beban berat atau jumlah berat yang diperbolehkan (JBB) tidak boleh melebihi 8 ton.

“Kalau melebihi, harus ada izin dari pemerintah daerah. Ini bukan kebijakan sepihak, tapi ada aturannya,” ujarnya.

Penetapan kelas jalan dan pembatasan tonase itu mengacu pada regulasi nasional, di antaranya Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13 Tahun 2024 tentang Kelas Jalan.

Pemkab Mesuji menilai, jika kendaraan bertonase besar dibiarkan melintas, jalan yang baru dibangun berpotensi rusak sebelum dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat. Kerusakan dini bukan hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga menghambat aktivitas warga yang selama ini mengandalkan akses darat untuk mobilitas dan distribusi hasil pertanian.

Seiring meningkatnya aktivitas pengangkutan padi di musim panen, pemerintah meminta para pengusaha angkutan mematuhi ketentuan kelas jalan dan menggunakan kendaraan sesuai kapasitas yang diizinkan.“Silakan angkut hasil panen, tapi patuhi aturan. Jangan sampai kepentingan sesaat merusak kepentingan masyarakat luas,” tegas Bupati.

Dengan ultimatum ini, Pemkab Mesuji memastikan pengawasan di lapangan akan diperketat. Bagi pelanggar, tindakan tegas menanti tanpa kompromi. (Tjr)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Mesuji Ajak Masyarakat Dukung Program Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Daera

6 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Dinas P3AP2KB Mesuji Sosialisasikan Aplikasi Halo JPN Bersama Kejaksaan Negeri

30 Juli 2026 - 19:31 WIB

Rakor Perdana Karang Taruna Mesuji, Samakan visi wujudkan Program nyata untuk masyarakat.

30 Juli 2026 - 16:47 WIB

Bupati Mesuji Serahkan 7 Unit Combine Harvester Jelang Panen Raya

29 Juli 2026 - 19:33 WIB

Adiluhur Cup 2026, Elfianah Bupati Mesuji Bidik Lahirnya Bibit Pemain Masa Depan

18 Juli 2026 - 23:19 WIB

“Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” P3P2KB Mesuji Gelar Rangkaian Kegiatan HAN Ke-42

18 Juli 2026 - 22:40 WIB

Trending di Berita Daerah