TULANG BAWANG (HP) — Menjadi suatu kebanggaan untuk masyarakat Kabupaten Tulang Bawang, Sekolah Menemgah Pertama Negeri (SMPN)3, Kecamatan Banjar Agung, berhasil masuk nominasi mewakili Propinsi Lampung, dalam lomba sekolah sehat tingkat nasional.

Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, Nasarudin, bahwa beberapa hari yang lalu, tim pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)tingkat Provinsi Lampung, mininjau lansung kesiapan SMPN 3 Banjar Agung, untuk mengikuti lomba sekolah sehat tingkat nasional pada bulan juni tahun 2020 mendatang.

”SMPN 3 Banjar Agung ini sudah dilakukan penilaian oleh tim yang terdiri dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Dalam Negeri. Hasil penilaian tim tersebut, SMPN 3 Banjar Agung berhasil masuk nominasi menjadi delegasi terbaik, untuk mewakili Propinsi Lampung tingkat nasional,” terang Nasarudin, saat ditemui diruang kerjanya. Kamis, (13/2/2020)

Dikatakan, Nasarudin, turunnya tim pembinaan UKS tingkat Propinsi Lampung ke SMPN 3, untuk melihat lansung dengan memberi masukan kekurangan beberapa komponen penunjang disekolah tersebut, agar SMPN 3 menjadi juara tingkat nasional mewakili Propinsi Lampung.

”Dalam penilaian sekolah sehat bukan semata dari bangunan gedung, Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan lainnya. Banyak hal yang menjadi faktor penilaian sebab program yang sekarang ini adalah sekolah sehat berkarakter. Kalau sebelumnya hanya penilaian sekolah sehat, sekarang penilaian sekolah sehat berkarakter. Selain itu juga ada komponen-komponen lain, termasuk pembinaan pada anak didik, mudah-mudahan SMPN 3 berhasil dan menjadi juara,”ungkap Nasarudin.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Banjar Agung, Yuni Untarmi, S.Pd, M.Pd, mengatakan, telah banyak inovasi-inovasi yang sudah dilakukan pihaknya. Inovasi-inovasi itu memang dikembangkan untuk mewujudkan SMPN 3 sebagai sekolah sehat, mencakup kantin sehat, kegiatan berbasis siswa, bagaimana siswa memberikan umpan balik terhadap semua program yang ada di sekolah.

”Kami berharap sekolah yang saya pimpin ini dapat menjadi juara tingkat nasional, Karena kami memilikk program unggulan adalah pengelolaan daur ulang sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif, yaitu menjadi premium, solar dan minyak tanah,”kata Yuni Untarmi.

Selain itu, lanjut Yuni Untarmi, di sekolah juga terapkan, bagaimana pagi hari menyambut siswa dengan senyum, salam, sapa dan santun. Selain itu juga dengan membiasakan anak didik menyanyikan lagu Indonesia Raya, mereka berdiri di depan sekolah berbaris kemudian dipersilakan masuk setelah bersalaman dengan gurunya.

”Kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan cukup tinggi. Hal itu, bisa dilihat di lingkungan sekolah yang cukup bersih, rapi dan anak-anak saling mengingatkan,”ujar Yuni Untarmi.

Berbeda dengan sekolah lainnya di mana pengelolaan sampah di lingkungan sekolah biasa dilakukan oleh petugas cleaning service, di SMPN 3 ini, pengelolaan sampah berbasis pada siswa.

”Artinya, mereka yang membuang ke tempat sampah sementara dan mereka pula yang membersihkan tempat sampahnya. Itulah cara kami menumbuhkan kesadaran pada peserta didik,”kata Yuni Untarmi. (Trv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here