Rusak Puluhan Tahun, Jalan Kabupaten di Pekon Sinar Baru Dikeluhkan Warga

0
191

Pringsewu (HP) – Puluhan tahun rusak, akses jalan kabupaten yang menghubungkan Pekon Sinar Baru Timur, Kecamatan Sukoharjo, menuju Pekon Sukamulya, Kecamatan Banyumas yang juga menghubungkan Kabupaten Lampung Tengah, tak kunjung diperbaiki.

Rusaknya jalan tersebut membuat aktivitas masyarakat jadi terhambat, pasalnya, jika musim penghujan tiba, jalan sepanjang 1 km tersebut penuh genangan air, serta becek dan licin. Kemudian, jika memasuki musim kemarau, jalan tersebut sangat berdebu.

Herman, warga Pekon Sinar Baru meminta kepada pemkab setempat, agar melakukan
pengaspalan terhadap jalan tersebut supaya masyarakat bisa lebih nyaman dalam berkendaraan.

“Karena jalan ini sangat vital, dan penting buat masyarakat sini sebagai akses ekonomi, masa sudah puluhan tahun rusak terus begini,” kata Herman saat diwawancarai, Minggu (21/2/2021).

Selain itu, kata Herman, jalan yang rusak tersebut kerapkali menimbulkan celaka para pengguna jalan.

“Ya itu memang sering ada kejadian kecelakaan lalu lintas. Bagaimana tidak, jalan licin dan berlubang dalam begitu kalau pas hujan, ini kan membahayakan sekali,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dusun II Pekon Sinar Baru mengungkapkan, persoalan jalan rusak ini sudah tiga kali di bawa ke Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan.

“Ya tapi itu, hasilnya nihil. Mentah semua, sampai saat ini saja tidak pernah ada tindak lanjut untuk perbaikan jalan tersebut,” kata Taufik.

Terpisah, mantan Sekretaris Pekon Sinar Baru Hayanto mengatakan, pada masa kepemimpinan kepala pekon yang lama, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan proposal ke Pemkab melalui Musrenbang.

“Sejak lima tahun terakhir, memang jalan kabupaten ini jadi rusak parah, Mbak.
Terakhir pernah diaspal pada saat Pringsewu masih dibawah Kabupaten Tanggamus,” ucap dia.

Belum lagi, lanjut dia, ada gorong-gorong yang berlubang besar, sehingga berbahaya jika dilalui kendaraan saat malam hari.

“Ya lihat saja itu gorong-gorong depan masjid di Dusun 1, itu kan membahayakan sekali, karena cuma ditambal pakai batang pohon kelapa,” pungkasnya. (Deni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here