Pihak Penerima Kuasa dari Keluarga Korban Dugaan Malapraktik Mutiara Bunda Dorong Dinas Kesehatan Buatkan Analisa Medikolegal

0
203

Tulang Bawang (HP) — LSM GPH dan LSM PEMETANK secara resmi melaporkan dugaan korban Malapraktik Rumah Sakit Mutiara Bunda Unit 2 Kabupaten Tulang Bawang yakni almarhum Tina Yunita, yang beralamatkan Warga Kampung Lebuh Dalem Kecamatan Menggala Timur, meninggal dunia usai dilakukan oprasi sesar, oleh dokter Rumah Sakit Mutiara Bunda Unit II Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang.

Laporan awal ini kami lakukan di mulai dari di Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang untuk mengumpulkan bukti dan dukungan untuk pihak keluarga yang di duga korban malapraktik rumah sakit Mutiara Bunda. Ucap Junaidi Romli. (Senin, 02/05/2021)

Sebelum masuk kerumah sakit Mutiara Bunda, Tina Yunita, kondisi kesehatannya baik-baik saja, untuk melahirkan secara normal, setelah kontraksi bukaannya tidak bertambah tambah, diperiksa oleh dokter, Tina Yunita harus dilakukan oprasi sesar.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Rosilawati, bahwa, adiknya meninggal dunia, diduga ada kesalahan dalam melakukan operasi sesar oleh dokter Rumah Sakit Mutiara Bunda, karena setelah di operasi adeknya tidak pernah sadarkan diri.

Trova Ketua GPH menyampaikan, “sebelumnya kami sampaikan Apresiasi yang sangat tinggi terhadap dinas kesehatan yang sebelumnya setelah melihat beredarnya pemberitaan permasalahan ini, dinas kesehatan langsung berkerja mencari fakta untuk mengusut tuntas permasalahanini, Sehubungan dengan permasalahan tersebut diatas, yang mana kami juga LSM GPH dan LSM PEMATANK telah diberikan kuasa oleh keluarga korban pasien dugaan Malapraktik Rumah Sakit Mutriara Bunda, yang bernama ROSILAWATI kakak kandung dari almarhum TINA YUNITA, untuk penyelesaian permasalahan ini”.

Lanjutnya, dengan ini kami juga meminta kepada Dinas kesehatan Kabupaten Tulang Bawang agar dapat membantu kami dalam hal ini memberikan hasil Analisa Medikolegal dari Rumah Sakit Mutiara Bunda Unit 2 dan Rumah Sakit Umum Daerah Menggala dalam waktu 2×24 jam kerja yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, yang mana hasil Analisa Medikolegal tersebut akan kami gunakan sebagai mestinya, untuk mencari keadilan bagi keluarga korban dugaan Malapraktik serta untuk melakukan upaya hukum terhadap Rumah Sakit Mutiara Bunda dan tenaga Medis yang berkerja di Rumah Sakit tersebut, agar masalah ini juga cepat kami selesaikan dan tidak berlarut-larut”.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menegaskan sebagaimana dalam Pasal 28 F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan bahwa setiap Orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, dan menyimpan Informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Terkhir Junaidi Ketua LSM Pematank berharap, “Kiranya dalam upaya menyelesaikan permasalahan tersebut Dinas Kesehatan sangat diuji kepercayaannya dan keterbukaannya untuk dapat membantu memberikan data dan informasi kepada kami selaku kuasa dari keluarga, demi menjaga marwah kepercayaan publik/masyarakat terhadap kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang, serta mencegah terjadi somasi tidak percayanya publik/masyarakat terhadap Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang dan Rumah Sakit Mutiara Bunda”.

Foto saat wawancara

“Selain dari pada itu, kami meminta kepada Pemerintah khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang agar dapat memberikan perlindungan khusus bagi keluarga Korban agar tidak ada intervensi dari pihak manapun, serta diberikan jaminan perlindungan hukum selama permasalahan ini masih belum dapat diselesaikan. Tujuannya agar permasalahan ini benar-benar mebantu menyelesaikan permasalahan korban yang di duga telah dirugikan oleh rumah sakit Mutiara Bunda yakni hilangnya nyawa seseorang setelah operasi sesar dan pengangkatan rahim yang meninggalkan seorang bayi”. Jelas dan tutupnya. (Tim MGG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here