LAMPUNG TIMUR (HP) — Para pekerja mengeluhkan Hari Orang Kerja (HOK) Pembangunan Drainase dengan sistem upah meteran dan dalam pembangunan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Anggaran Dana Desa (DD) Tahun (TA)  2020 merupakan program pemerintah pusat bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat desa, Anggaran nya mencapai milyaran rupiah yang dialokasikan ke beberapa Item kegitan.

Selain pembangunan Drainase juga pembangunan Tribun Dua Unit yang terletak di dusun 3 Desa Bukit Raya, dan juga salah satunya Program Pemerintah dalam pencegahan penularan Covid-19.

Anggaran DD yang dialokasikan ke Desa selain di peruntukkan untuk Bidang 2, Bidang 3 dan Bidang 4, sedangkan untuk Bidang 2 dialokasikan juga ke Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bidang 4 juga dialokasikan untuk pencegahan Covid-19 sesuai dengan petunjuk pemerintah pusat.

Namun Fakta di desa Bukit Raya untuk Pembagunan drainase dengan menggunakan anggaran dana desa (DD) TA. 2020 justru para pekerja mengeluhkan tentang sistem pembayaran upah Tukang dan Pekerja yang ada, ini tidak sesuai dengan anggaran HOK, apalagi didalam pengerjaan / pembangunan itu menggunakan sistem upah permeter, baik itu dari penggalian dan pemasangan batu belah dalam pembangunan drainse, akan tetapi karena terdesak ekonomi atau kebutuhan keluarga kami, menurut keterangan pekerja (WN) dan (ED). Warga desa Bukit Raya itu sendiri. Jum’at (15 mei 2020).

Tambah, (WN) dan (ED) Dalam pengerjaan pembangunan Drainase, yaitu dengan pembayaran upah dalam penggalian drainase permeter senilai Rp. 10.000, dan pemasangan batu belah dalam pembangunan drainase dengan pembayaran upah permeter Rp. 35.000. jelasnya.

Bersamaan itu di tempat terpisah kami dari beberapa Media Online bertujuan ingin komfirmasi ke Kepala Desa terkait hal tersebut diatas, namun Mj pada saat melintas megeluh dengan harga pupuk karena Pak Damin selain menjabat sebagai Kades juga mejabat Sebagai Ketua Gapoktan, karena kami dalam pengambilan pupuk selalu ada dirumahnya dan harga cukup lumayan mahal, dengan harga Rp. 110.000, /Sak untuk pupuk orea, ungkapnya.

Kemudian beberapa awak media ingin menemui kepada Desa Bukit Raya sangat lah sulit sering tidak ada di rumah, dikonfirmasi melalui Wa, tidak di Balas dan di telpon berulang kali juga tidak diangkat terkesan menghindar hingga berita ini terbit. (Nasrudin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here