Dugaan Kasus Korupsi Pekon Tanjung Rusia Sedang Didalami Inspektorat

0
250

Pringsewu (HP)  – Dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum Kepala Pekon Tanjung Rusia, Kecamatan Pardasuka, sedang ditindaklanjuti oleh Inspektorat Pringsewu.

Encep Ilyas, Irban IV pada Inspektorat Pringsewu mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan terkait korupsi pembangunan taman bermain anak yang menelan anggaran fantastis.

“Kami sudah meminta untuk irban pembina untuk melakukan pembinaan, setelah itu baru kami naikan ke inspektur sesuai dari SOP kami,” kata Encep, Senin (15/2/2021).

Selain itu, pihaknya sampai saat ini belum bisa mengatakan, apakah masalah dugaan korupsi tersebut sesuai dengan fakta di lapangan atau tidak.

“Dan ini juga perlu koordinasi dari irban pembina terkait pembangunan tersebut, karena di situ sudah ada perencanaan, tinggal kita menindaklanjuti apakah benar pembangunan itu sesuai dengan perencanaan atu sebaliknya,” tambahnya.

Intinya, kata Encep, pihaknya akan turun ke lapangan jika data sudah lengkap. Karena memang, Inspektorat hanya mengecek apakah bangunan tersebut sudah sesuai dengan RAB atau tidak.

“Jika dalam perencanaan dan kegiatan tersebut gak sesuai ataupun menyimpang, kita perlu menindaklanjuti kembali. Maka dari itu, keputusan dari inspektur kembali diberikan kepada irban perencana untuk ditindakanjuti,” bebernya.

Sementara itu, Irbanwil 1 Dwirman, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mengkonfirmasi secara langsung ke Kakon Tanjung Rusia Wildan.

“Ya Wildan bilang bangunan tersebut belum selesai karena sifatnya kontinue (berkelanjutan) ,jadi belum selesai pembangunannya karena terhalang Covid, jadi bangunannya mangkrak,” tutur Dwirman.

Namun, saat dikonfirmasi terkait pengembalian kerugian negara sebesar 6 juta oleh Wildan, Dwirman tidak mengetahui secara pasti soal itu.

“Kalau soal ini silahkan konfirmasi langsung ke tim tindak lanjut,” pungkasnya.

Diketahui, dana pembangunan taman bermain tersebut berasal dari Dana Desa tahun 2019 sebesar 300 juta, dan Dana Desa tahun 2020 sebesar 400 juta. Akan tetapi, besaran anggaran yang telah dikeluarkan ini berbanding terbalik dengan hasil yang sudah dikerjakan.

Dalam pantauan media ini, terlihat di lokasi taman bermain hanya ada 2 kolam renang ukuran besar dan sedang dengan terisi air keruh, dan ada pembangun MCK sebanyak 8 buah.

(Deni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here