METRO LAMPUNG (HP) — Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro Mengecek stok bahan pangan, Mengecek Mutu daging yang di Beredar di seluruh pasar kota Metro dalam Rangka menjelang Hari Raya idulfitri, Kamis (21/05).

Pengecekan bahan Pangan asal hewan seperti daging, susu dan telur serta hasil olahannya umumnya bersifat mudah rusak (perishable) dan memiliki potensi mengandung bahaya biologik, kimiawi dan atau fisik, yang dikenal sebagai potentially hazardous foods (PHF). Oleh sebab itu, penanganan produk tersebut harus higienis. Pangan yang baik untuk dikonsumsi adalah Pangan Asal hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

Aman berarti tidak mengandung agen penyakit dan residu, serta unsur lain yang dapat menyebabkan penyakit dan mengganggu kesehatan manusia, sehat berarti mengandung zat-zat yang berguna dan seimbang bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh, utuh berarti tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan tersebut atau dipalsukan dengan bagian dari hewan lain, halal berarti disembelih dan ditangani sesuai dengan syariat agama Islam”jelas Kadis K3P metro Heri wiratno Selanjut Heri Mengatakan Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah konsumsi pangan asal hewan terutama daging dan olahannya meningkat.

Untuk itu Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro membentuk Tim khusus dalam rangka melaksanakan pemantauan ketersediaan, harga dan keamanan pangan asal hewan ke sejumlah pasar di Kota metro yaitu Pasar Mega mall, Pasar Terminal, Pasar Kopindo, Pasar Tejo agung dan sekitarnya, Pasar Margorejo, Pasar Sumbersari, Pasar Purwosari. Pelaksanaan pemantauan dilaksanakan sejak H-3 sd H-1 ( Tanggal 21 sd 23 Mei 2020).

Adapun tujuan dari pelaksanaan pemantauan tersebut adalah menjamin pangan asal hewan khususnya daging dan produk olahannya dari kemungkinan penularan penyakit zoonosis dan atau keracunan makanan (foodborne disease dan foodborne intoxication).

Selain pemantauan di pasar, pemantauan kemanan pangan juga dilakukan pada penjualan daging dan olahannya yang dijual secara online baik melalui e-commerce, facebook/market place/(Pasar Kota Metro), Whattsapp, dan Instagram, Adanya trend belanja online jadi pilihan masyarakat yang mencari kemudahan dalam berbelanja, termasuk daging sapi. Selain itu minimnya pengetahuan masyarakat tentang cara memilih daging sapi yang baik serta tingginya harga daging sapi menjelang hari raya besar keagamaan akan menjadi peluang bagi oknum pedagang untuk melakukan pemalsuan daging sapi dengan daging babi secara online.”tutup Heri. (Hairul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here