CV. BSM Diduga Melanggar Hukum Karena Tak Miliki Izin IUP Eksplorasi

0
78

Pringsewu  (HP) – Eksploitasi penambangan batu oleh CV. BSM, di bantaran Sungai yang berada di Pekon Sinar Baru Timur, mendapatkan sorotan dari Eddy Karizal Senior Pegiat Lingkungan Hidup Lampung

Eddy menilai, aktifitas penambangan di bibir sungai Kaliduren tersebut melanggar hukum.
Apalagi, perusahaan itu telah melakukan aktivitas penambangan batu dengan hanya mengantongi UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan – Upaya Pemantauan Lingkungan) saja.

Dengan kepemilikan UKL- UPL, Hansa alias Orok diduga mengeksplorasi batu dari bantaran Sungai Kaliduren, Pekon Sinar Baru Timur, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, sehingga terjadi dugaan alih fungsi sawah, perusakan kontur tanah, dan kerusakan ekosistem sungai.

“Jika benar CV BSM baru memiliki ijin IUP ekplorasi tapi sudah produksi, perusahaan telah melanggar hukum,” ujar Direktur Lembaga Konservasi 21, Jumat (9/4) kemarin.

CV. BSM harus memiliki IUP produksi dan dalam dokumen UKL UPL harus mencantumkan strategi pemecahan masalah lingkungan akibat dampak dari pertambangan tersebut.

“Salah satu yang harus muncul adalah penyelesaian kerusakan bibir sungai dan subtitusi sawah yang hilang sesuai program pemerintah menunjang ketahanan pangan Indonesia,” ungkapnya.

Edy juga mempertanyakan kompetensi pembuatan UKL UPL serta kemungkinan perusahaan yang tidak menjalankan apa yang sudah dibuat dalam UKL UPL.

“Namun, pembuat UKL UPL harus bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dokumen yang sudah dibuat sehingga perusahaan benar-benar menjalankannya,” tuturnya.

Diketahui CV.BSM sudah melakukan penambangan pada areal seluas seperempat hektare dari lahan yang dikuasainya seluas 12,4 hektare.

Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pringsewu baru akan meninjau lokasi penambangan, untuk mengecek kelengkapan dokumen, Kamis (8/4).

“Nanti, kita akan segera tinjau lokasinya. Kalau tidak sesuai dengan dokumen perjanjianya, kita akan beri sanksi pemberhentian,”  kata Kadis DLH Hendrid.

Dari pantauan media ini di lokasi, selain merusak bibir sungai perusahan tambang tersebut merusak lahan persawahan produktif yang sudah dibeli dari warga pekon setempat . (Rilis/Deni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here