Audiensi Pasuba Bersatu dengan DPRD dan PT PJA Hasilkan Empat Poin Kesepakatan

0
102

Pringsewu  (HP)  – Perwakilan masyarakat dari tiga kecamatan di Kabupaten Pringsewu yang menamakan diri Pasuba (Pagelaran Utara, Sukoharjo, dan Banyumas) Bersatu, hari ini menghadiri audiensi yang digelar oleh DPRD Pringsewu.

Audiensi dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pringsewu Suherman, serta dihadiri oleh tim TAPD Joni Sapuan, anggota DPRD Fraksi PPP Johan Arifin, Maulana M. Lahudin dari Fraksi PKB, dan Rini Anggraini dari Fraksi Golkar, serta dinas terkait, yakni Dinas PU-PR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Perizinan, dan perwakilan PT. PJA, Selasa (2/3/2021) di ruang rapat DPRD setempat.

Balsah Rais, perwakilan Pasuba Bersatu meminta kepada pihak terkait agar menindaklanjuti pencemaran lingkungan yang disebabkan beroperasinya tambang pasir PT PJA.

“Air sungai kami jadi keruh, selain itu ruas jalan juga rusak parah karena dilewati kendaraan melebihi tonase,” kata Balsah.

Untuk itu, kedatangan mereka ke gedung
wakil rakyat agar tuntutannya bisa terpenuhi.

“Kami ingin pihak terkait terutama PT PJA agar bisa merealisasikan tuntutan masyarakat. Sebab selama ini keberadaan tambang pasir tersebut sangat merusak lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Busman, perwakilan dari PT PJA berkilah, bahwa pihaknya selama ini seringkali memberikan keuntungan ke masyarakat setempat.

“Ya jalan-jalan itu sudah seringkali kami benerin, kami taruh batu-batu juga dipinggir jalan. Belum lagi kami memberikan CSR buat masyarakat setempat , apa saja yang masyarakat minta kami kasih,” kilahnya.

Kemudian, Ketua DPRD Pringsewu Suherman usai audiensi mengatakan, bahwa masyarakat dan PT.PJA telah melakukan kesepakatan. Namun, pihak PT.PJA harus memenuhi tuntutan masyarakat. Diantaranya adalah, memperbaiki jalan, tidak lagi memasukkan kendaraan besar seperti tronton, mengantisipasi pncemaran udara saat kemarau yang berdebu, dan pencemaran lingkungan karena air sungai menjadi keruh.

“Saya berharap agar permasalahan tersebut bisa cepat terselesaikan, dan pihak PJA agar bisa menjalankan kesepakatan tersebut. Karena jika kesepakatan tersebut tidak dijalankan, khawatir kejadian serupa akan terulang lagi,” pungkasnya. (Deni.A)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here